Rabu, 15 Februari 2012

laporan semester Sitologi

KEGIATAN 1 Tujuan : Melihat struktur sel hidup dan sel mati 1. Struktur sel Allium cepa (bawang merah) Hasil pembesaran mikroskop : - 10 x 10 - 10 x 40 2. Manihot utilisima Keterangan gambar : Hasil pembesaran mikroskop : 1. Dinding sel - 10 x 10 2. Ruang sel - 10 x 40 3. Ruang antar sel 4. Gelembung udara KETERANGAN LITERATUR 1. Allium cepa Dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa sel dari sel umbi Allium cepa terdapat dinding sel yang sangat jelas, sitoplasma, serta butir-butir aleuron yang berwarna merah keunguan, dan menurut yang telah dipelajari butir aleuron ini merupakan salah satu komponen dari bahan non protoplasmik, karena butir-butir ini mengandung kristal Ca-oksalat. Dan kristal tersebut merupakan bahan orgastik. Sel selaput penyusun umbi bawang bombai (Allium cepa) dilihat dengan mikroskop cahaya. Tampak dinding sel (yang membentuk "ruang-ruang") dan inti sel (berupa noktah di dalam setiap ruang). Sel bawang merah terlihat seperti papan-papan atau segi empat tidak beraturan yang disusun seperti batu bata. Memiliki sebuah inti sel yang terletak di tengah sel. Selain itu di di dalam bawang merah terdapat pigmen yang menyebabkan sel/ jaringan berwarna merah (ada yang mengatakan bahwa pigmen tersebut adalah fikoeritrin, bagi saya hal tersebut masih kurang jelas, karena pigmen fikoeritrin biasanya terdapat dalam alga seperti pigmen yang lain: fikosantin, fikobilin dll, mungkin saja pigmen tersebut adalah golongan karotenoid). Klasifikasi Allium cepa Kingdom : Plantae (Tumbuhan) Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil) Sub Kelas : Liliidae Ordo : Liliales Famili : Liliaceae (suku bawang-bawangan) Genus : Allium Spesies : Allium cepa Sel umbi pada alium cepa berbentuk lonjong dan ada yang hampir persegi panjang. Dari gambar diatas dapat diamati bagian yang tampak yaitu : 1. Sitoplasma Sitoplasma adalah zat kental yang transparan dalam cahaya tampak. Komponen utamanya adalah air 80-90%. Dalam sel tumbuh-tumbuhan plasma sel selalu mengadakan gerakan, yaitu gerakan rotasi dan sirkulasi. Hal ini menandakan sel itu memiliki sifat hidup. 2. Inti sel. Sama seperti inti sel aloe vera, inti sel alliu cepa juga berbentuk bulat, namun letaknya agak dipinggir. Nucleus dikelilingi oleh salut inti dan mengandung matriks inti (nukleoplasma, karyoumphe / cairan inti, terdapat kromosom (ADN + protein). Membrane inti atau selubng inti terdiri atas dua lapisan membrane. Ruang sempit diantara membrane itu disebut ruang perinukleir. Mitosis adalah pembelahan sel yang terjadi secara tidak langsung (Setjo, 2004). Hal ini dikarenakan pada pembelahan sel secara mitosis terdapat adanya tahapan-tahapan tertentu. Tahapan-tahapan (fase-fase) yang terdapat pada pembelahan mitosis ini meliputi: profase, metafase, anafase, dan telofase. Mitosis terjadi di dalam sel somatik yang bersifat meristematik, yaitu sel-sel yang hidup terutama sel-sel yang sedang tumbuh (ujung akar dan ujung batang). Proses pembelahan secara mitosis menghasilkan dua sel anak yang identik dan bertujuan untuk mempertahankan pasangan kromosom yang sama melalui pembelahan inti secara berturut-turut. Mitosis pada tumbuhan terjadi selama mulai dari 30 menit sampai beberapa jam dan merupakan bagian dari suatu proses yang berputar dan terus-menerus. Pada praktikum kali ini digunakan akar bawang merah (Allium cepa) karena jaringan akar bawang merah (Allium cepa) merupaskan jaringan yang mudah ditelaah untuk pengamatan mitosis (Sugiri, 2002). Proses mitosis ini terjadi bersama dengan pembelahan sitoplasma dan bahan-bahan di luar inti sel. Pada mitosis setiap induk yang diploid (2n) akan menghasilkan dua buah sel anakan yang masing-masing tetap diploid serta memiliki sifat keturunan yang sama dengan sel iduknya. Urut-urutan terjadinya mitosis adalah sebagai berikut: 1. Profase Proses terjadinya fase profase ditandai dengan hilangnya nucleus dan diganti dengan mulai tampaknya pilinan-pilinan kromosom yang terlihat tebal. 2. Metafase Ciri utama fase ini adalah terbentuknya gelendong pembelahan, gelendong pembelahan ini dibentuk oleh mikrotubula. Gelendong ini membentuk kutub-kutb pembelahan tempat sentromer mikrotubula bertumpu. 3. Anafase Pada fase ini kromosom yang mengumpul di tengah sel terpisah dan mengumpul pada masing-masing kutub, sehingga telihat adal dua kumpulan kromosom. 4. Telofase Telofase adalah fase finisiong, dalam telofase ada dua tahap yaitu telofase awal dan telofase akhir. Pada telofase awal terlihat mulai ada sekat yang memisahkan antara sel-sel anak. Sedang pada telofase akhir terlihat sel-sel anak sudah benar-benar terpisah. 2. Manihot utilisima Tanaman singkong memiliki akar serabut dan pada akarnya ini biasanya terdapat bagian yang mengalami pembesaran bagian inilah yang merupakan tempat menyimpan cadangan makanan. Cadangan makanan yang dis impan sebagian besar berupa zat tepung oleh karena itu akar atau umbi singkong banyak di konsumsi bahkan di beberapa daerah dijadikan makanan pokok pengganti nasi. Klasifikasi Manihot utilisima : Kingdom : Plantae Divisio : Magnoliophyta Classis : Magnoliopsida Sub Class : Rosidae Ordo : Euphorbiales Familia : Euphorbiaceae Genus : Manihot Species : Manihot utilisima Burm. F Ubi kayu (Manihot utilisima) menghasilkan umbi yang bagi banyak penduduk-penduduk di daerah tropik merupakan bahan pangan pokok. Tanamannya berkemampuan memberi hasil yang tinggi walaupun tanah tempat pertumbuhannya kurang subur dan bercurah hujan rendah. Umbi tanaman ini sama halnya dengan kebanyakan umbi-umbian terdiri dari hampir seluruhnya zat tepung yang murni, sedangkan daun-daunnya mengandung sekitar 17 % protein oleh karena itu pemerintah menganjurkan pula agar penduduk memanfaatkan bahan pangan ini sebagai bahan pangan pokok disamping beras, jagung dan sagu. Umbi tanaman ini dapat diolah pula menjadi berbagai makanan yang lezat, baik yang serba manis maupun yang serba asin, selain untuk kepentingan manusia dapat dijadikan pula bahan pangan ternak dan bahan baku dalam berbagai industri. Dalam lendir ubi kayu, terdapat enzim polifenolase, yang bila berhubungan langsung dengan udara dapat mengkatalisis pembentukan senyawa coklat kehitaman yang disebut dengan "kepoyoan" (oksidasi senyawa polifenol). Dalam kulit dan daging ubi kayu terdapat senyawa linamarin yang dapat dihidrolisa menjadi HCN (asam sianida) yang bersifat racun. Reaksi senyawa linamarin secara enzimatik adalah sebagai berikut Tanaman ubi kayu tumbuh dengan baik pada daerah-daerah ketinggian 1500 m, dengan rata-rata curah hujan antar 1000 – 1500 mm per tahun, temperatur harian yang dikehendakinya antara 25oC – 29oC, tanaman ini dapat tumbuh pula di daerah yang sangat kering, yang tentunya dengan hasil yang lebih rendah. Tanah yang cocok sekali untuk pertumbuhannya yaitu tanah-tanah berpasir ringan, walaupun tingkat kesuburannya rendah. Tetapi untuk memperoleh peningkatan hasil yang baik dapat diberi pupuk potash (kalium karbonat). Ubi kayu mempunyai komposisi kandungan kimia ( per 100 gram ) antara lain kalori 146 kal, protein 1,2 gram, lemak 0,3 gram, hidrat arang 34,7 gram, kalsium 33 mg, fosfor 40 mg, zat besi 0,7 mg. Buah ubi kayu mengandung ( per 100 gram ), vitamin B1 0,06 mg, vitamin C 30 mg, dan 75 % bagian buah dapat dimakan. Daun ubi kayu mengandung ( per 100 gram ), vitamin A 11000 SI, Vitamin C 275 mg, vitamin B1 0,12 mg , kalsium 165 mg, kalori 73 kal, fosfor 54 mg, protein 6,8 gram, lemak 1,2 gram, hidrat arang 13 gram, zat besi 2 mg dan 87% bagian daun dapat dimakan. Kulit batang ubi kayu mengandung tanin, enzim peroksidase, glikosida dan kalsium oksalat. Akan tetapi ubi kayu mengandung racun yang disebut asam sianida (HCN). Berdasarkan kandungan asam sianidanya, ubi kayu dapat digolongkan menjadi empat yaitu (a) golongan yang tidak beracun, mengandung HCN 50 mg per kg umbi segar yang telah diparut, (b) beracun sedikit mengandung HCN antara 50 dan 80 mg per kg, (c) beracun, mengandung HCN antara 80 – 100 mg per kg dan (d) sangat beracun, mengandung HCN lebih besar dari 100 mg per kg. Ubi kayu yang tidak beracun dikenal sebagai ubi kayu manis sedangkan ubi kayu yang beracun disebut ubi kayu pahit. Beberapa varietas ubi kayu manis misalnya Valenca, Gading, dan W78, sedangkan varietas SPP, Muara, Bogor dan W 236 termasuk ubi kayu pahit. Sel penyusun empulur berbentuk segi enam dan memiliki ruang antar sel yang besar. Sel tersebut bersifat mati karena hanya berupa ruang kosong. Sel empulur tersebut berasal dari jaringan parenkim yang sudah mati. Pada beberapa tumbuhan, sel empulur dapat berfungsi sebagai penyimpan air (teratai) dan penyimpan cadangan makanan (sagu). Pada sel gabus ( isi sel mati ) tidak tampak nukleus, plastida, maupun vakuola sentral. Sebagaimana pada sel hidup, antar sel mati terpisah oleh lamella tengah, hanya saja pada sel mati lamela tengah terlihat lebih jelas. Lignifikasi telah membuat protoplas dalam sel tersebut mati total, sel gabus itu mengeras dan menggembung (selulosa menjadi lignin), dinding sekunder membesar (karena zat pembentuk dinding yang tersimpan dalam dinding primer) sehingga dinding primer dan lamela tengah hanya tampak seperti garis-garis saja. Tugas 2. Perbedaan Antara Allium cepa dan Manihot utilisima Pada Allium cepa bentuk selnya seperti balok yang disusun miring. Pada sel Allium cepa terdapat cairan inti (nukleoplasma) berupa gel dan transparan dan cairan ini disebut karyotin yang mengandung senyawa kimia yang kompleks.Fungsinya untuk melindungi vakuola. Sel bawang merah termasuk sel hidup, karena sel bawang merah mempunyai inti sel,memiliki cairan didalamnya,dan ada aktifitas yang terjadi didalamnya seperti pertukaran zat dalam sel. Pada Manihot utilisima bentuk selnya seperti segi delapan. Pada sel Manihot utilisima Tidak ada cairan, karena sel gabus termasuk sel mati sehingga tidak memiliki inti sel. Sel Manihot utilisima Termasuk sel mati, karena sel gabus tidak memiliki isi, tidak memiliki inti sel, dan tidak ada aktifitas yang terjadi dalam sel tersebut. KEGIATAN 2 Tujuan : Melihat Plastida 1. Struktur Plastida Hydrilla verticillata 2. Struktur Plastida Capsicum annum 3. Struktur Plastida Solanum tuberosum L KETERANGAN LITERATUR 1. Hydrilla verticillata Dari hasil pengamatan akan daun dari Hydrilla verticillata dapat dilihat dinding sel yang sangat jelas membatasi antara sel yang satu dengan yang lain, sitoplasma, serta plastida yang berwarna hijau atau yang biasa disebut dengan kloroplas. Sebagaimana yang telah diketahui sel dari daun Hydrilla verticillata memiliki bagian protoplasmik yaitu yang dapat dilihat pada saat pengamatan adalah kloroplas dan sitoplasma. Kalau dilihat dengan seksama kloroplas tersebut melakukan gerakan, gerakannya berupa gerakan rotasi dan aliran sirkulasi, yang artinya dia berputar searah jarum jam. Klasifikasi Hydrilla verticillata : Divisio : Magnoliophyta Classis : Liliopsida Subclassis : Alismatidae Ordo : Hydrocharitales Familia : Hydrocharitaceae Genus : Hydrilla Species : Hydrilla verticillata Hydrilla adalah tumbuhan spermatophyta yang hidup di air, sehingga ia memiliki bentuk adaptasi yang berbeda dengan spermatophyta darat. Dinding selnya tebal untuk mencegah osmosis air yang dapat menyebabkan lisisnya sel. Sel hydrilla berbentuk segi empat beraturan yang tersusun seperti batu bata. Memiliki kloroplas dan klorofil yang terdapat di dalamnya. Pada daun hydrilla, dapat pula diamati proses aliran sitoplasma, yaitu pada bagian sel-sel penyusun ibu tulang daun yang memanjang di tengah-tengah daun. Pada hydrilla juga terdapat trikoma yang berfungsi untuk mencegah penguapan yang berlebih. Aliran Sitoplasma dalam tumbuhan akan menggerakkan plastida melewati beberapa vakoula kesegala arah yang disebut dengan sirkulasi, aliran ini biasanya terdapat pada sel tumbuhan yang masih muda, karena pada tumbuhan muda, sel-sel masih dalam tahapan pertumbuhan dan perkembangan, sehingga masih membutuhkan bahan-bahan organik untuk sintesis komponen-komponen sel. Sedang aliran sitoplasma yang mengelilingi vakoula disebut aliran rotasi, terjadi pada sel tua, karena sel tua tidak terlalu banyak membutuhkan senyawa organik lagi, maka bahan organik tersebut dibawa ke vakuola untuk disimpan sebagai cadangan makanan, jika suatu saat tumbuhan membutuhkannya, misalnya dalam kondisi kekeringan atau kemarau. 2. Capsicum annum Kromoplas mempunyai bentuk dan ukuran yang bervariasi. Kromoplas berwarna kuning jika mengandung xantofil, berwarna merah jika mengandung likopeni, atau berwarna jingga jika mengandung karotenoid. Contohnya pada umbi wortel (Daucus carota), buah tomat (Licopersicum esculentum), dan buah cabai (Capsicum anuum). Klasifikasi Capsicum annum Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Super Divisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Sub Kelas : Asteridae Ordo : Solanales Famili : Solanaceae Genus : Capsicum Spesies : Capsicum annum L Warna kuning, merah, atau merah bata pada kromoplas disebabkan oleh kandungan karotenoidnya. Kromoplas sering kali berasal dari kloroplas, namun dapat pula berasal dari proplastida. Yang penting dalam diferensiasi kromoplas adalah sintesis dan penempatan pigmen karotenoid seperti karotenoid (pada wortel, Daucus) atau likopen (pada tomat. Lycopersicon). Perkembangan pigmen berkaitan dengan modifikasi, bahkan perombakan sama sekali, tilakoid. Dalam proses itu, globula (gelembung) lipid bertambah banyak. Dalam beberapa kromoplas, pigmen disimpan dalam globula (cabe kuning, jeruk). Pada kromoplas lain, pigmen berkumpul dalam fibril protein yang berjumlah banyak (cabe merah). Bentuk ketiga dari pigmen adalah bentuk kristaloid. Pada tomat merah, perkembangan likopen berbentuk kristal berkaitan dengan membran tilakoid. Beberapa krislal menjadi amat panjang dan tilakoid memanjang, sementara likopera dibentuk. Kristaloid karoten dalam akar wortel dibentuk sewaktu struktur dalam plastida rusak dan tetap berhubungan dengan selubung lipoprotein. Kromoplas tidak memiliki klorofil. Kromoplas sering berasal dari kloroplas, seperti pada kulit buah jeruk yang berubah dari hijau menjadi merah kuning. Keadaan sebaliknya dapat pula terjadi, seperti kromoplas pada akar wortel yang terbukti mampu berdeferensiasi menjadi kloroplas. Pigmen karoten hilang dan tilakoid yang membentuk klorofil dapat berkembang dalam plastida. Kloromoplas memberi warna pada berbagai bagian alat tumbuhan. Namun, tidak seluruh warna pada tumbuhan disebabkan oleh pigmen dalam plastida, sebab dalam cairan vakuola juga dapat ditemukan sebagai zat warna. Macam-macam pigmen pada kromoplas, misalnya : • Fikosianin menimbulkan warna biru misalnya pada Cyanophyta. • Fikoeritrin menimbulkan warna merah misalnya pada Rhodophyta. • Karoten menimbulkan warna keemasan misalnya pada wortel dan Chrysophyta. • Xantofil menimbulkan warna kuning misalnya pada daun yang tua. • Fukosatin menimbulkan warna pirang misalnya pada Phaeophyta. 3. Kentang (Solanum tuberosum L.) Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah tanaman dari suku Solanaceae yang memiliki umbi batang yang dapat dimakan dan disebut “kentang” pula.Tanaman ini merupakan herba (tanaman pendek tidak berkayu) semusim dan menyukai iklim yang sejuk. Di daerah tropis cocok ditanam di dataran tinggi. Tanaman kentang merupakan tanaman semusim. Umbi kentang berbentuk bulat sampai lonjong dengan ukuran yang beragam. Secara fisiologis umbi kentang merupakan organ penyimpanan makanan. Kentang merupakan lima kelompok besar makanan pokok dunia selain gandum, jagung, beras, dan terigu. Bagian utama kentang yang menjadi bahan makanan adalah umbi, yang merupakan sumber karbohidrat, mengandung vitamin dan mineral cukup tinggi. Selain karbohidrat, kentang juga kaya vitamin C. Hanya dengan makan 200 gram kentang, kebutuhan vitamin C sehari terpenuhi. Kalium yang dikandungnya juga bisa mencegah hipertensi. Lebih dari itu, kentang dapat dibuat minuman yang berkhasiat untuk mengurangi gangguan saat haid. Kentang memiliki kadar air cukup tinggi, yaitu sekitar 80 persen. Itulah yang menyebabkan kentang segar mudah rusak, sehingga harus disimpan dan ditangani dengan baik. Pengolahan kentang menjadi kerupuk, tepung, dan pati, merupakan upaya untuk memperpanjang daya guna umbi tersebut. Pati kentang mengandung amilosa dan amilopektin dengan perbandingan 1:3. Dari tepung dan pati kentang, selanjutnya dihasilkan berbagai produk pangan olahan dengan beragam citarasa yang enak dan penampilan menarik. Kandungan karbohidrat pada kentang mencapai sekitar 18 persen, protein 2,4 persen dan lemak 0,1 persen. Total energi yang diperoleh dari 100 gram kentang adalah sekitar 80 kkal. Dibandingkan beras, kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan energi kentang lebih rendah. Namun, jika dibandingkan dengan umbi-umbian lain seperti singkong, ubi jalar, dan talas, komposisi gizi kentang masih relatif lebih baik. Kentang merupakan satu-satunya jenis umbi yang kaya vitamin C, kadarnya mencapai 31 miligram per 100 gram bagian kentang yang dapat dimakan. Umbi-umbian lainnya sangat miskin akan vitamin C. Kebutuhan vitamin C sehari 60 mg, untuk memenuhinya cukup dengan 200 gram kentang. Kadar vitamin lain yang cukup menonjol adalah niasin dan B1 (tiamin). Dengan mengkonsumsi sebuah umbi kentang yang berukuran sedang, sepertiga kebutuhan vitamin C (33 persen) telah tercapai. Demikian juga halnya dengan sebagian besar kebutuhan akan vitamin B dan zat besi. KEGIATAN 3 Tujuan : Melihat struktur pati 1. Tepung kacang kedele 2. Tepung kacang hijau 3. Pisang 4. Tepung jagung 5. Tepung ubi kayu 6. kentang (Solanum tuberosum) Literatur 1. Struktur pati pada Tepung kacang kedele 2. Struktur pati pada Tepung kacang hijau 3. Struktur pati pada Pisang 4. Struktur pati pada Tepung jagung 5. Struktur pati pada Tepung ubi kayu 6. Struktur pati pada kentang (Solanum tuberosum) KETERANGAN LITERATUR 1. Klasifikasi kacang kedele Kerajaan : Plantae Filum : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Fabales Famili : Fabaceae Upafamili : Faboideae Genus : Glycine (L.) Merr. 2. Klasifikasi kacang hijau Kerajaan : Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Fabales Famili : Fabaceae Genus : Vigna Spesies : Vigna radiata 3. Klasifikasi pisang Kerajaan : Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Liliopsida Ordo : Zingiberales Famili : Musaceae Genus : Musa Spesies : M. acuminata M. balbisiana M. paradisiaca (invalid) M. sapientum (invalid) 4. Klasifikasi jagung Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Super Divisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Liliopsida Sub Kelas : Commelinidae Ordo : Poales Famili : Poaceae Genus : Zea Spesies : Zea mays L. 5. Klasifikasi ubi kayu Kingdom : Plantae Divisio : Magnoliophyta Classis : Magnoliopsida Sub Class : Rosidae Ordo : Euphorbiales Familia : Euphorbiaceae Genus : Manihot Species : Manihot utilisima 6. Klasifikasi kentang (Solanum tuberosum) Kerajaan : Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Asteridae Ordo : Solanales Famili : Solanaceae Genus : Solanum Spesies : Solanum tuberosum 1. Tepung kacang kedele Sel kacang ini terdapat bintik hitam yang sangat jelas sekali, karena semakin jelas bintik tersebut maka sel tersebut sangatlah baik dan bereproduksi swsangat cepat. Sel ini terdiri dari dinding sel inti dan terdapat pula sitoplasma. Dinding sel berfungsi sebagai peindung bagi inti sel dan tempat transport electron. 2. Tepung kacang hijau Telah dilakukan isolasi atau ekstraksi pati dari kacang hijau kemudian beberapa karakteristik penting ditentukan. Hasil atau rendemen dari pati yang diperoleh sebesar 31,1% dari biji utuhnya. Bentuk granula pati oval hingga bulat dengan diameter butiran 7-26 µm; hasil Scanning Mikrograf Elektron mempunyai permukaan halus; Suhu gelatinisasi berkisar 58-67-82° C dan entalpi gelatinisasi sebesar 18,5 Jlg. Kadar amilosa total 45,3% , dan 12,1% diantaranya membentuk kompleks dengan lipid. Pola difraksi sinar-X adalah type - C dan intensitas sinar-X jauh lebih kuat daripada pati kacang-kacangan lainnya. Pati kacang hijau juga menunjukkan swelling factor yang tinggi (43,6 pada suhu 95 ° C dalam air). Hasil analysis Viscoamylographic dari pasta pati (6% w/v) tidak menunjukkan adanya puncak viskositas pada suhu 95 °C [viskositas rendah 200 BU, viskositas meningkat 140 BU selama siklus bertahan pada 95 ° C dan kembali ke 220 BU lagi; butiran pati kacang hijau mudah terhidrolisis oleh a-amilase pancreas babi (76,4% pada 72 jam). Retrogradasi pati kacang hijau (yang diukur dengan perubahan sineresis, kekuatan gel, entalpi dan intensitas sinar-X difraksi) tampaknya lebih parah dibandingkan dengan pati kacang-kacangan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pati kacang hijau berbeda dengan pati kacang-kacangan lainnya secara signifikan (15,19,20,26-29) dalam hal kandungan amilosanya, tingkat aksesibilitas air dan amilase ke daerah amorf granula pati, tingkat asosiasi rantai pati dalam daerah amorf dan kristal, serta intensitas Difraksi sinar-X. Perbedaan-perbedaan ini mempengaruhi variasi factor pembengkakan, pencucian amilosa, enzyme digestibility, parameter gelatinisasi dan tingkat retrogradasinya. Pada butir pati kacang hijau (Phaseolus radiates), berdasarkan letak hilumnya masuk pada kategori butir pati konsentris dan terdapat keretakan / korosi pada butir pati tersebut karena sebagian amilumnya itu digunakan untuk tumbuhan itu sendiri yang mungkin disebabkan untuk perkecambahan. 3. Pisang Butir pati merupakan sarana bagi tanaman untuk menyimpan energy mereka diproduksi oleh berbagai macam tanaman dan campuran amylase dan alfa amilopektin. Pati pisang memiliki bentuk sel yang unik karena hampir menyerupai gelembung air yang sedang terbang dan terdapat inti sel setiap gelembung tersebut juga terdapat membrane sel. 4. Tepung jagung Sel jagung termasuk juga dalam sel eukariotik yang mempunyai DNA terletak diinti, mitokondria dan kloroplas. 1. Inti mengandung DNA 2. Mitokondria mengandung jumlah yang relative kecil DNA diatur dalam molekul-molekul melingkar. DNA ini hanya membawa beberapa gen mitokondria. Kebanyakan mengandung informasi genetis tentang mitokondria itu sendiri hadir dalam nucleus. 3. Kloroplas juga mengandung jumlah terdapat DNA dalam pengaturan melingkar atau lileare seperti di mitokondria. 5. Tepung ubi kayu Sel ubi kayu banyak mengandung karbohidrat dimana mempunyai bentuk sel yang hampir serupa dengan sel bawaan. Pada sel ubi kayu ini terdapat rongga yang sangat besar sehingga inti dan membrah sel tidak terlalu jelas. Pada butir pati singkong (Manihot utillissima), butir patinya masuk kedalam kategori butir pati konsentris. Ubi kayu (singkong) ini terdiri dari dua spesies, yaitu Manihot utilisima dan Manihot esculenta, dari famili Eupharbiaceae. Umurnya secara umum adalah antara 6-12 bulan. 6. Struktur pati pada kentang (Solanum tuberosum) Pada Kentang, perubahan berkala yang mengakibatkan adanya lapisaan berasal dari dalam (endogen). Dalam butir tersebut. Pada biji yang mulai berkecambah atau umbi yang mulai menumbuhkan pucuk, butiranti mengalami pengikisan yang bermula dari luar dan lama – kelamaan habis terurai. Pada butir pati kecil, hilum biasanya menjadi eksentris (tidak di pusat). Jika dalam plastida terbentuk lebih dari satu butir pati, maka butiran tersebut akan segera saling menyentuh dan membentuk butir majemuk. Dengan demikian dikenal butir majemuk seperti pada pati gandum (Avena) dan padi (Oryzasativai), pati setengah majemuk pada kentang, dan butir pati tunggal seperti pada pati irut (Maranta). Jika butir pati mengisi sel hingga penuh, maka tepinya bersudut. Posisi hilum, bentuk dan ukuran butir, serta sifat butir tunggal atau majemuk memungkinkan identisifikasi spesies tumbuhan penghasilan butir pati yang bersangkutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar